Kisah Dibalik Nanas Bolong

Awal-awal, hanya untuk melatih anak-anak melakukan transaksi jual beli, untuk melihat kehidupan di pasar, melihat orangtua yang sudah sepuh masih berjualan, mengenal jenis sayuran dan nama ikan agar dapat jawab kuis pak De😁.

Kepinginnya balik dari belanja anak-anak cerita tentang subjek predikat objek keterangan serunya transaksi di pasar.

Suatu saat

Bertanya ke Alif, bagaimana tadi cara belanja e?

ā€œYuk beli nenas sikok, berapeā€, tanya Alif

ā€œ5000ā€, jawab penjual

ā€œSikok okā€, kata Alif

ā€œLangsung tukang jual kasih abang nenas e buā€, jelas Alif

Namanya pasar apalagi ramai, kebanyakan pada sibuk nak. Jadi Abang yang harus detil lihat e.

Barang apa yang dapat dipilih sendiri, apa yang tidak, mana kualitas yang baik, sedang dan kurang baik.

Kemudian Alif belanja lagi dengan memilih sendiri, dan hasilnya barang bagus dan berkualitas.

Naaah, cerita sedikit nak ya.

Jadi inget cerita guru jaman SD dulu, Rasul juga seorang pedagang, pedagang yang jujur, tidak pernah mengurangi takaran dan rasul akan menjelaskan kondisi barang jualannya agar diketahui pembeli sebelum membeli.

Indahnya jual beli dalam agama Islam. 

Nga pake PROMO majas hiperbola, dan  halu.

Copyright Ā© Catatan Cika 2021