
Awal-awal, hanya untuk melatih anak-anak melakukan transaksi jual beli, untuk melihat kehidupan di pasar, melihat orangtua yang sudah sepuh masih berjualan, mengenal jenis sayuran dan nama ikan agar dapat jawab kuis pak Deš.
Kepinginnya balik dari belanja anak-anak cerita tentang subjek predikat objek keterangan serunya transaksi di pasar.
Suatu saat
Bertanya ke Alif, bagaimana tadi cara belanja e?
āYuk beli nenas sikok, berapeā, tanya Alif
ā5000ā, jawab penjual
āSikok okā, kata Alif
āLangsung tukang jual kasih abang nenas e buā, jelas Alif
Namanya pasar apalagi ramai, kebanyakan pada sibuk nak. Jadi Abang yang harus detil lihat e.
Barang apa yang dapat dipilih sendiri, apa yang tidak, mana kualitas yang baik, sedang dan kurang baik.
Kemudian Alif belanja lagi dengan memilih sendiri, dan hasilnya barang bagus dan berkualitas.
Naaah, cerita sedikit nak ya.
Jadi inget cerita guru jaman SD dulu, Rasul juga seorang pedagang, pedagang yang jujur, tidak pernah mengurangi takaran dan rasul akan menjelaskan kondisi barang jualannya agar diketahui pembeli sebelum membeli.
Indahnya jual beli dalam agama Islam.
Nga pake PROMO majas hiperbola, dan halu.