
Ulama merupakan pewaris para nabi, pelanjut perjuangan para nabi, memberi suri teladan untuk umat.
Haji Abdul Malik Karim Amrullah (Hamka)
Seorang sastrawan, wartawan, sejarawan, penulis dan pejuang kemerdekaan.
Dibesarkan di lingkungan yang kuat agama Islam, ayahnya adalah ulama Minangkabau,
Beliau juga sebagai guru dan ikut membesarkan Muhammadiyah di Padang Panjang dan membuka cabang Muahammadiyah di Pagar Alam, Palembang bersama saudara-saudaranya.
Bagaimana seorang Hamka yang telah hebat ilmu di desanya merantau di usia 16 tahun ke Jawa, berjumpa dengan tokoh ulama yang hebat, meskipun telah mengerti terkait tafsir, tetap belajar kembali dengan detil, belajar Islam, bukan saja ilmu Islam tapi juga berguru kepada H.O.S Tjokroaminoto R.M. belajar Islam dan sosialisme, belajar ke Suryopranoto belajar sosiologi, H. Fakhruddin belajar Islam, bergabung dalam organisasi dengan niat Indonesia merdeka, tetap terus menimba ilmu, membuat trategi dan berhimpun untuk tujuan mulia, kemerdekaan untuk rakyat Indonesia sejahtera.
Usia 19 tahun menimba ilmu ke Mekkah dan dipertemukan dengan orang baik.
Orang tegas, kuat pendirian tapi berhati lunak.
Terbukti dengan tetaplah berpikir dan berbuat baik.
Tetap menulis, karena dengan menulis walau usia telah tutup, tulisan tetap hidup. Ehaa.