Sudut Pemirsa : “Perempuan Itu”

Bila melihat dari sudut pandang pemirsa Malay

(Yang bingung, ini loh dramanya negeri tetangga yang lagi tayang, mirip dengan Layang-layang Putus).

Tapi ini sopan lah, termasuk pemirsanya.

Naluri kepo saya sangat tinggi, maklum waktu liburan mau apa coba…?🤣

Kebanyakan komentator di sekelibat di shot video pujian terhadap Seiraa banyak, yang lakonnya bagus, cantik, dan suaranya… 

Apa coba suaranya?

Ngulik dong saya….

Bener-bener… suaranya itu mengayun, waktu menyatakan salahpun, Sayaaaang, So sorry…. Duuuh gimana Emir nga kelepek-kelepek ya…

Apalagi lagi ngeluarin jurus rayuan gombalnya ya… tambah Emir kagak bisa jalan lurus🤪.

Dan disudut manapun mencari Emir dengan kata sayaaaang, sayaaaang..where are you…

Marahpun masih mendayu-dayu…

Laa bukan seperti pada umumnya… marah.. keluar tanduk syaiton. Suara bah guntur menggelegar dahsyat dan mata tajam seperti kilatan petir yang siap merobek relung hati, alis bergelombang seperti awan hitam yang mengandung berton-ton butiran air.

Jadi pengen mempraktekkan di kantor ah…

Biar kumis Rio up and down🤣.

Ava kabaar?, sehat today?, dah sarapaaan, bila hanya senyuman tetap laper kalo belum sarapan yaaach.

Laa kenapa nga di praktek di rumah?

Laaa sudah seriiiing, tapi apa coba reaksi my husband

“Ibu demam?”

“Ibu belum makan?”

“ curiga ni, nak minta duit ok?”

😩😩😩😫😫😫

Met weekend

Copyright © Catatan Cika 2021