Pengarang Tere Liye

Di lembah yang dikepung hutan belantara dengan pembatas bebatuan cadas tinggi 5 meter menambah terisolirnya kampung Lahambay. Novel ini mengisahkan tentang hubungan adik beradik yang sangat menjunjung kasih sayang, seorang kakak dengan keterbatasannya selalu berkorban untuk adik-adiknya untuk tetap sekolah, mengalah untuk putus sekolah, harus bekerja keras membantu mamak Lainuri mencari rotan, damar, membuat gula aren, berladang demi adik-adiknya terus sekolah. Dengan penolakan adiknya akan kedisiplinan dan sok mengatur, tetaplah kakak terus berkorban untuk adiknya, hingga kesuksesan adik menjadi kebanggaan kakak. Meskipun ternyata Kak Laisa bukan kakak kandung mereka.
Tapi karena kecintaan dan pengorbanan Kak Lais, merubah cara pandang adik-adiknya hingga adik beradik yang tak ada hubungan darah sama sekali menjadi keluarga yang sangat bahagia, saling kasih dan saling sayang. Ya.. Dalimunte, Ikanuri, Wibisana dan Yashinta begitu sayang kepada kak Laisa.
Buku ini ibu beli untuk Dedek Fira mengisi waktu libur kuliah, banyak cara memberikan pengajaran ke anak tanpa perlu ceramah panjang x lebar x tinggi. Karena ilmu parenting terus bertumbuh.
Pemilihan buku inipun mengalami perjalanan tersendiri, japrian dengan teman dunia maya terkait buku untuk membentuk karakter, prinsip, cara pandang, yang digali dari hobi si anak, suka musik apa, drama apa, buku yang telah dibaca dan hobi baca buku apa, pengarang favoritnya juga.
Buku ini sangat menyentuh, hingga tumpah ruah air mata ibu membacanya.
Terima kasih atas karyanya Om Tere Liye.
Di sini diajarkan bahwa :
- Terlahir di keluarga miskin tidak membuat pasrah diri, menerima keadaan
- Melalui ketekunan belajar, sekolah tinggi untuk merubah kehidupan keluarga dan kampung halaman
- Kesuksesan tercipta dari ketekunan belajar dan bekerja keras, sukses ditempuh dari kegagalan-kegagalan dan terus konsisten belajar dan bekerja
- Kesuksesan bukan milik sendiri tapi milik bersama dan kebahagiapun milik bersama bukan hanya satu keluarga tapi lebih dari satu kampung
- Kasih sayang dapat tercipta dan terus tumbuh dari keluarga yang saling mengasihi
- Rasa syukur atas kehidupan dan kesuksesan orang lain sebagai penyemangat hidup
- Tetap berbuat baik meskipun dicela dan tidak dipandang karena diri bukan siapa-siapa
- Hati yang sederhana dalam mengartikan makna kehidupan.