Kelekak (Kelak untuk ikak)
Kelekak (nanti untuk kalian hai anak cucu)
Kelekak, bahasa Bangkanya adalah sebidang lahan yang ditanami pohon buah-buahan berbatang keras seperti duren, rambutan, cempedak, manggis, binjai, duku, petai. Ditanam oleh orangtua untuk anak cucunya.
Tumbuh kembang pepohonan dibiarkan secara alami, sehingga terkadang disela-sela tanaman tumbuh rotan, rumbia/pohon sagu, pohon kabung/pohon nira dan pohon kayu yang batangnya dapat digunakan untuk bangunan rumah seperti balok, papan.
Kenapa “Kelak/nanti untuk kalian?. karena jaman dulu, menanam pohon buah-buahan berasal dari biji, yang memerlukan waktu puluhan tahun untuk berbuah.
Kelekak ini merupakan bukti cinta kasih para leluhur dulu kepada generasinya, tidak hanya memikirkan diri sendiri. Tetap menjaga asupan gizi anak cucunya, tetap menjaga alam dan kelangsungan kehidupan.
Begitulah orangtua.
Kini Kelekak semakin langka dengan berubah fungsi menjadi penambangan timah konvensional oleh pemilik tanah sekarang.
Semoga kedepan tumbuh semangat menjaga alam yang luar biasa dari generasi now untuk keberlangsungan hidup, karena alam memberi penghidupan, memberi udara yang segar dan bersih, memberi air yang jernih, memberi rumah untuk burung, hewan lain dan tumbuhan dalam hubungan simbiosis mutualisme, memberi ketenangan jiwa dan memberi rasa syukur manusia kepada Allah SWT..
Januari, 2022
