JAM GEDE BELITONG

(Hoofdkantoor Billiton Maatschappij)

Hoofdkantoor NV Billiton Maatschappij/kantor pusat perusahaan timah Belitung berdiri pada awal abad ke-20 dan menjadi landmark Kota Tanjungpandan.

Bangunan ini dikenal dengan nama Jam Gede, karena ada jam besar yang diletakkan di bagian menara bangunan ini sebagai patokan waktu untuk masyarakat.

Di kantor pusat ini sebagai pusat administrasi yang mengendalikan segala aktivitas penambangan di pulau Belitung, dengan penggunaan fasilitas modern seperti telepon, surat kawat, listrik, air ledeng. Keberadaan pasar, bioskop, societeit, staandplats, KV. Senang, pertokoan dan permukiman berbagai etnis yang mengitari gedung ini menjadi kawasan Jam Gede sebagai civic enter yang sangat strategis.

Sekarang bangunan ini digunakan sebagai pusat perbelanjaan.

Didepan Jam Gede ada bangunan bulat yang berisikan prasasti Apitule.

Ir. M.E.A Apitule yang menjabat kepala seksi (Sectie Chef) pada perusahaan timah yang beroperasi di Pulau Belitung yag merupakan perusahaan bersama antara NV Billiton Maatschappij dengan Pemerintah Hindia Belanda. Pada tahun 1958 konsesi pertambangan NV. GMB berakhir Pemerintah Indonesia mengambil alih pengelolaan pertambangan timah di Pulau Belitung dan pada 1 Maret 1958 secara resmi NV. GMB dinasionalisasi menjadi Perusahaan Tambang Timah Belitung (PTTB), Ir. M.E.A Apitule diangkat menjadi presiden direktur yag pertama.

Peristiwa ini diabadikan di prasasti Apitule.

Bangunan berbentuk bulat ditopang 4 tiang melambangkan 4 wilayah ekplorasi timah yang ada di Pulau Belitung. Pada dasar/lantai ada peta Pulau Belitung terbuat dari timah (sekarang disimpan di museum Belitung). 4 wilasi itu adalah Tanjungpandan, Kelapa Kampit, Manggar dan Gantung.

Tanjungpandan, 25 September 2021

Sejarah Bangunan Jam Gede
Gedung Jam Gede jaman dulu
Tampak Depan Bangunan Jam Gede sekarang
Bangunan Jam Gede sekarang sebagai pusat perbelanjaan
Sejarah Prasasti Apitule
Bangunan bulat tempat prasasti Apitule
Bangunan bulat 4 pilar
di lantai bangunan peta Pulau Belitung, sekarang peta dengan stiker, asli terbuat dari timah disimpan di museum Belitung
Pandangan didepan gedung yaitu Batu Satam (sebagai pusat kota)

Copyright © Catatan Cika 2021