Belajar Dari Sekitar

Dulu, waktu kerja si bapak, kiblat duniawi bangets, pensiun malah jadi urus bangun-bangun masjid, dan maennya juga nga jauh antara sholat ke sholat

Yang dulu waktu sekolah SMA punya adek kelas bandelnya nga ketulungan, tukang bolos dan teriak2, sekarang jadi PNS yang hebatnya bisa menyambungkan berbagai generasi dan elemen termasuk elemen air dan api Avatar🤣

Yang dulu temanku di SMA gaya santui ee ternyata sekarang jadi kepala sekolah dengan berbagai inovasi dan prestasi anak didiknya

Eee yang dulu, barusan dia cerita, seminder-mindernya waktu SMP karena baru datang dari kampung, laaa sekarang jadi tangan kanan saya di perencanaan. 

Yang diatas semua cowok

Ini teman sebangku waktu SMP, saya dari Muhammadiyah dia dari Budi Mulia, teman-teman yang lain sudah rebutan duluan kursi duluan, kamilah yang telat sehingga duduk di depan dan tak saling kenal tapi meski sebangku karena bangku yang lain sudah full😁. 

Kami waktu itu dipuji karena sebangku beda sekolah, bukti membaur. Padahal bukan, kalah cepet dengan yang lain urusan cop cop kursišŸ˜. 

Dan ternyata ini teman sebangku saingan dalam pelajaran, temenan di luar jam sekolah, akrab bangets. Tak pernah bahas nilai bila di luar kelas.

Dan baru-baru ini saya jumpa dengan teman sekelas SMA, kebetulan pulang ke Bangka, dia kerja dan stay di Jakarta.

Pas jumpa senengnya minta ampun, dan teringat selalu kegigihannya dalam mendapatkan nilai terbaik di kelas, pas pelajaran biologi, waktu itu (tanpa sengaja, tanpa sengaja ini loh) saya dapet nilai lebih dari dia, eee ulangan besoknya dia mesti WAJIB harus lebih dari saya. Gigih bener ni orang.

Dan pas jumpa kemaren, kenangan itu hanya pemanis, ya kita sekarang dengan cerita gurih garing😁.

Dan ini special di hati, meskipun sama berlatar belakang Teknik Sipil, ilmu ikhlas dan syukurnya tingkat dewa, gimana tidak, Laa saya tetep bekerja di lingkungan kesipilan, dia mulai dari kelurahan hingga kecamatan dilalap. Tak ada protes ditempatkan jauh dari keilmuan ijasah dan yang paling hebat ini, tetap hidup sederhana meskipun om tante abang pada hebring, dia ya dia… 

Rumahpun begitu, disaat awal-awal temen-temen bangun rumah, pada luas tinggi lebaaaar, dia bodo amat, meskipun badan penghuninya besar-besar, tak menjadi kendala rumah yang sangat sederhaaaaanaaaaa.

Dengan hiasan mosaik pecahan keramik menutupi lantai ruang tamunya,

temanku ini pernah berkata pas saya tanya, wiih keren ni…lantai rumahnya.

ā€œYa upah tukang gratis (karena suaminya yang kerja), makan e yang melebihi upah tukang dan bahan🤣.ā€

Selalu ada cerita ringan gurih dan renyah bila kami bertemu. Ini sahabatku dekat rumah, kami jumpa di SMP. Dan bila dulu mau maen ke rumah mamanya, emak selalu kasih izin karena mamanya dan emak saya bersahabat dari mereka SMA.

Dan begitu juga kalo kami berdua keluar sudah jadi ibu-ibu ini.

Bilang ke suami, nek keluar yah kek Caca, langsung diizinkan,

Begitu juga dia, sebut namaku 3x bento bento bento🤣. Langsung dikasih izin. 

Syukurlah masih diberi kepercayaan sebut nama ok.

Banyak hal yang menginspirasi dalam hidup ini, nga perlu studi banding ke Pluto untuk membekukan hati atau ke Merkurius untuk melumerkan kebekuan.

Ehaaa… 

Indahnya bila hidup dibingkai rasa syukur. 

Terima kasih ya Rabb, atas hati ini.

Terima kasih orangtua, sahabat atas hidupmu.

Tabebuya Ungu

Copyright Ā© Catatan Cika 2021