
Buku ini berisikan terkait untuk kita mengenal apa sih hal buruk yang sering diri sendiri lakukan?, adakah…, apa saya sudah perpect hingga tak tau kekurangan diri?
Apa yang menyebabkan kebiasaan buruk selalu muncul
Apakah keburukan ini menguntungkan diri sendiri, orang lain?, ada manfaatkah
Siapa yang diuntungkan?
Saya itu kalau sering marah, bawaan lapar, kepingin kuliner nongkrong di cafe buat nenangin diri dan akan kalang kabut bila diakhir bulan budget nge cafe saya bengkak sehingga kebutuhan lain terabaikan.
Misal gitu… saya juga mau kalo marah trus makan enak ya🤣.
Sering menunda kerjaan, sibuk bermain hp, Ee tau-taunya sudah malam aja😔.
Besok eee gitu lagi.
Ada sudut bacaan yang mesti saya baca 2x yaitu
Bersama-lama menghabiskan waktu untuk mengakses media sosial. Tidak dipungkiri banyak positifnya ya informasi Cepet dapet, temen jauh terasa dekat, tapi dampak negatifnya tidak ingin ketinggalan tren terkini, membuat seseorang seolah-olah ingin terlihat sempurna, lebih update, lebih tau, kebiasaan pamer ini terkadang membangkitkan rasa iri, benci pihak lain, sekilas melihat kesuksesan orang terkadang itu hanyaaaa semu.
Seperti upload masakan sempurna, padahal itu udah ke-5 kalinya dicoba,1 hingga 4 gosong🤣.
Sehingga bila tak diikuti pola berpikir yang sehat, jangan laaa orang hebat bangets, laaa aku itu … jadi nga pede, mencari pembenaran atas ketidakmampuan, dan akhirnya bertingkah laku diluar hati nurani, stress, gimana nga stress laaa dia idola aku apa?
Atau santuy sepanjangan😁.
Jadi gali apa yang mesti diubah
Caranya
Laksanakan
Trus evaluasi kembali
Bila oke ya pertahankan bila tidak ya coba metode baru.
Tiap orang berbeda dalam menerapkan polanya.