oleh Fachmy Casofa
Buku ini sangat klik di hati.
Hingga 2x dibaca. Biar tidak lupa, dibuat catatan kecil (tak rela rasanya hilang begitu saja).
Banyak kisah yang bisa diurai dalam akal dan harapan, untuk kita anak muda.
Kisah kejayaan Islam, bagaimana membangun suatu peradaban, membangun kota yang membuat masyarakatnya tidak ada yang miskin, lengkap dengan sekolah, ilmuan, dokter, ruang publik, prasarana infrastruktur, ilmu politik filsafat, tata perekonomian dan perpustakaan dimana kitab-kitab dijaga, disalin, dirangkum.
Penguasa Andalusia mengutus orang ke penjuru negeri Timur utk membeli buku yang belum dimiliki, para penterjemah dihargai dalam karyanya.
Hingga datanglah orang Tar-Tar, musnahlah buku-buku, hingga hilangnya peradaban.
Kisah para ulama yang mengatur hidup mereka, cita-cita mulia untuk generasi yang akan datang, mewariskan karya setelah ribuan waktu mereka meninggal, ya sebuah karya mashab, kitab, keilmuan.
Bagaimana mereka menjalani kehidupan diri, umat dan Rabb, mengatur waktu yang tidak ada kata sia-sia, yang mencari sumber ilmu langsung dari sumbernya bukan dari katanya katanya, tuk menjaga kemurnian dan keaslian suatu ilmu. Naaah ini cem jaman sekarang neh biar nga bingung dengan Hoak.
Allahu Akbar…
Hingga zaman Khalifah Umar bin Khattab, mengatur zakat untuk kepentingan umat,
Suatu ketika tatkala beliau disuruh istirahat beliau berkata : jika aku beristirahat di siang hari, urusan rakyat akan terbengkalai, jika aku beristirahat di malam hari, urusan dengan Tuhanku yang terbengkalai.
Allahu Akbar.
Saling menghormati, mengayomi.
Wiiih indahnya.
Terima kasih atas karyanya pak.
Pangkalpinang, 28 Februari 2021
