Di sekitarku tak baik-baik saja

Tahun 2008, ngobrol dengan tukang nasi goreng yang alhamdulillah lulus Menjadi PNS Guru di sekolah sekitar Pasar Induk Kota Pangkalpinang.

Ku sangka semua anak pergi ke sekolah dengan persiapan yang luar biasa rapi dan indah. Berpakaian rapi dan perut telah kenyang dengan sarapan dan akan bahagia di sekolah menerima pelajaran.

Ternyata tidak.

“Saya tu bu, tiap pagi mandiin murid, untung ade sumur di sekolah, jadi pagi-pagi timba air, mandikan anak-anak didik”, kata PNS baru ini.

“La…, emang e dari rumah dak mandi?”, tanyaku heran.

“Dak bu, orangtua mereka buruh dan pedagang pasar, jam 3 dini hari sudah ke pasar untuk dagang sayur dan lainnya”, jelas PNS tersebut.

Oala… ternyata, untung masih minat mereka pergi ke sekolah.

“Trus sarapan?”, tanyaku penasaran 

“Apalagi sarapan bu, tidak. Mereka dibekali duit oleh orang tuanya, sehingga mereka belanja koka-koka bu, jadi saya bawa jualan saya, nasi uduk dan nasi goreng sebungkus 3.000 rupiah, biar mereka kenyang, tidak belanja sembarangan dulu. Awalnya saya tidak membawa dagangan saya, tapi melihat mereka, jadi kasihan, pagi yang repot ditambah harus persiapan dagang pagi pula, karena selama ini saya dagang malam hari”, jelas PNS panjang lebar.

Jadi ingat waktu tahun 2023, ke SMK di Sungailiat, kepala sekolahnya bercerita, banyak siswa yang datang ke sekolah dengan perut kosong, mereka tidak sarapan di rumah, dan merekapun tidak dibekali makanan atau uang untuk jajan oleh orangtuanya.

Kebayangkan, bagaimana otak bisa mencerna pelajaran bila perut kosong?.

Ternyata di sekitarku tak baik-baik saja.

Copyright © Catatan Cika 2021