- Yang dulunya waktu sekolah berprestasi di bidang akademik, sekarang jadi orangtua yang tidak menuntut anak-anak untuk berprestasi akademik, yang hanya memberikan arahan saja tidak memasang target prestasi akademik?
- Yang dulunya waktu sekolah tidak berprestasi dibidang akademik, sekarang jadi orangtua sangat menuntut anak untuk berprestasi akademik karena telah memasang standar tinggi, bahwa kalau tidak berprestasi di akademik, suram lah masa depan?. Yang pas pembagian rapot ternyata anak turun rengking dan akan memberi wejangan serta ceramah bertubi-tubi dari pagi hingga pagi, 7 hari 7 malam tak tuntas?
- Yang dulu ya waktu sekolah, tidak mempunyai prestasi akademik, dan membiarkan anak tidak berprestasi akademik?, ya bapak dulu gitu nak, lulus aja syukur. Laaa ini mencari anggota gank reunian ya?🤣
- Yang dulu berprestasi di bidang akademik, tetap menuntut anak berprestasi di bidang akademik juga ?, memasang standar tinggi, liat ni bapakmu ini, karena prestasi akademik bisa mudah dapat kuliah bagus dan kerjaan bagus, Laa ikatan emosional almamater itu kuat loh, bisa buat peluang dapat kerja bagus.
Atau ada kombinasi lain?
No. 1 bila anak ngerti dan paham kemudian termotivasi alangkah indahnya sehingga akan terbentuk generasi berikutnya dengan prestasi yang dicapai dengan kebahagiaan.
No. 2 bila anak ngerti dan paham, kenapa orangtuanya begitu menggebu dalam capaian prestasi alangkah indahnya sehingga dia akan membentuk generasi berikutnya dengan pilihan, dengan menggebu juga atau dengan memberi dorongan?.
Moga anak tidak berpikir, alaaa ortu hanya nyuruh-nyuruh aje, la ortu waktu sekolah bego juga, moga anak tidak mempunyai sifat tersakiti dan dendam.
No. 3 semoga anak ngerti, orangtua tak memasang standar tapi tetap berupaya berprestasi untuk menggapai masa depan yang lebih baik dari orangtua sekarang.
No. 4 semoga anak ngerti dan paham kenapa orangtuanya mempunyai standar tinggi, karena salah satu mencapai kemudahan-kemudahan (sukses) itu, salah satu jalannya adalah dengan menguasai ilmu.
Sebagai orangtua senjata yang paling ampuh adalah DOA.
Ya Allah, berikanlah anak-anakku semangat, kekuatan, kemudahan dalam belajar, mudahkanlah anak-anakku untuk menggapai cita-citanya,
Ya Allah, jadikan anak-anakku pemberi manfaat untuk banyak orang, berguna bagi agama, bangsa dan negara.
Jauhkan rasa sombong pada dirinya
Berilah keluasan ilmu, keluasan rasa syukur atas rahmat-Mu Ya Allah.
Berkahkanlah kehidupan anak-anakku Ya Allah, lindungilah anak-anakku dari mara bahaya, dari godaan setan, jadikan anak-anakku anak penerus syiar-Mu dan sunnah Kekasih-Mu ya Allah Nabi Muhammad SAW. Buatlah kami kaum yang merindukan Rasulullah meskipun kami tak pernah jumpa, sebagaimana beliau merindukan kami ribuan tahun sebelum kami ada di bumi ini Ya Allah, “Ummati-Ummati-Ummati”.
Kumpulkan kami di dalam surga-Mu Ya Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang,
Tiada daya dan upaya kami tanpa diri-Mu Ya Allah.
Kabulkanlah Ya Allah.
Aamiin ya robbal’alamin.