Waktu saya kecil (angkatan 80-an), disaat terbatasnya informasi, baik informasi formal maupun non formal, kalau informasi formal kami dapatkan melalui siaran TVRI, radio RRI dan koran yang datangpun siang disetiap hari karena menunggu pesawat datang dari Jakarta, dan buku ceritapun terbatas.
Ingat benar kalau mau menunggu majalah Bobo yang datang setiap kamis sore, emak pulang kerja singgah dulu di kios majalah, di rumah sudah menunggu saya dan adek bungsu emak yang statusnya mahasiswi. Kebayangkan anak SD rebutan buku dengan anak mahasiswa?
Kalaaah, nga lah, selalu menang karena senjata ampuh ya nangis kalau kalah😁.
Meskipun jaman dulu belum ada internet, e-book dan share wa an seperti ini, emak mempunyai banyak cerita, salah satunya cerita dari negeri Baghdad ini.
Versi emak terkait dongeng Negeri 1001 malam
Di negeri Baghdad mempunyai seorang raja yang baik dan bijak, kemudian menjadi kejam, setelah istrinya selingkuh dengan budaknya, sehingga dia mempunyai dendam dan menjadi terbiasa memenggal putri/wanita yang dinikahkannya.
Pada malam pertama raja akan mendatangi ruang dimana putri ditempatkan (seperti kamar), dan bila raja tak berkenan maka dibunuhlah putri tersebut, banyak putri-putri yang bernasib sama, hanya di malam pertama mereka ditamatkan usianya, agar mereka tak ada kesempatan utk berkhianat seperti istri pertamanya.
Tetapi beda dengan putri kali ini, bernama Syahrazad putri dari patih kerajaan. Karena di negeri ini masih tertinggal 2 putri patih saja, Syahrazad dan adiknya. Yang lain telah dibunuh raja dan melarikan diri ke negeri lain.
Seperti biasa bila malam menjelang, raja akan datang ke kamar putri, bila bosan melanda seperti biasa raja akan membunuh putri, tetapi putri ini bukan perempuan biasa, dia seorang perempuan cerdas, hobi membaca buanyak buku, setiap malam dia bercerita, berdongeng, dan rajapun menyimak, cerita yang dibuat bermacam-macam, dengan alur yang menggantung disetiap malam, hingga fajar terbit ceritapun dihentikan untuk dilanjutkan malam berikutnya.
Hal ini membuat raja penasaran untuk menanti cerita-cerita untuk malam-malam berikutnya.
suatu malam raja berkata, “tuntaskanlah ceritamu”
Putri menjawab, “sabar raja, kita tunggu sambungan di malam berikutnya.”
Dengan wajah cemberut rajapun pergi keluar kamar putri karena hari sudah menjelang pagi.
Menjelang malam bergegaslah raja menuju kamar putri, rasa penasaran ini menyebabkan raja lupa akan niat dan kebiasaan membunuh di malam pertama.
Malam berganti malam, dan tak terasa bilangan 1000 malam dilewati putri bersama raja.
Tetapi malam 1001 putri kehabisan cerita, rasa takut akan dipenggal oleh raja terbayangkan, tetapi putri malah dijadikan permaisurinya.
Salah satu ceritanya adalah tokoh cerdik yaitu ABU NAWAS.
Emak sering cerita Abu Nawas, tokoh ini pinter, cerdik, rajapun sering iri dan geram karena selalu kalah bila bertaruh dengan Abu Nawas🤣.
Ternyata ingatan masa kecil sangat terekam dan membekas, love you emak sayang😍😁.
