Kereta Api Pertambangan Timah Belanda di Pulau Bangka dan Belitung

Kereta api ini seperti kereta api pada umumnya, terdiri dari gerbong-gerbong yang ditarik oleh lokomotif, gerbong terdiri dari gerbong/bak pengangkut barang dan gerbong penumpang.

Jaman Belanda transportasi ini digunakan untuk menunjang operasional pertambangan timah yaitu mengangkut bahan, proses produksi dan hasil tambang seperti kayu, batu, pasir timah, timah dan pekerja.

Para pekerja tambang menggunakan kereta ini sebagai alat transportasi dengan disediakan bangku dan tidak ada dinding pengaman, karena memang tidak dikhususkan untuk penumpang secara spesifik.

Dalam penunjang aktivitas pertimahan, Belanda membuat jalur kereta api ini di Kota Tanjungpandan, Kota Manggar, Kota Pangkalpinang, Kota Sungailiat, Kota Belinyu. Dengan jalur rel dari Pertambangan, gudang, dan menuju pelabuhan, yang kesemuanya melewati ibukota suatu daerah seperti Sungailiat, Belinyu, Pangkalpinang, Tanjungpandan, Manggar (Pasar).

(Untuk Kota Muntok saya belum menemukan artikel dan foto terkait penunjang cerita ini, bila ada dapatlah diupdate)

Jalur kereta ini sering disebut Jalan Trem.

Di Kota Pangkalpinang, penamaan Jalan Trem, terletak di Kelurahan Genas Indah Opas, disana dulu ada rel kereta ini, tapi sekarang tak tampak, saya kepengen ngulik masa lalu melalui cerita dan buku para tokoh daerah ini. Semoga terealisasi ya.

Karena alangkah hebatnya ya, bila hal tersebut dipertahankan. Saya salah satu pengagum masa lalu dengan hebatnya teknologi pada zaman itu. bisa dibuat nostalgia dengan kereta api kecil, gerbong ditarik lokomotif dengan jalur trem/kereta sederhana.

Tanjungpandan, 22 Maret 2022

Kereta api di Kota Tanjung Pandan Belitung (foto dipajang di restoran hotel Grand Tulip Belitung)
Lokomotif (berada di halaman gedung museum Timah Pangkalpinang)
Kereta api di Kota Sungaiiat Bangka (Foto dipajang di Warung Kopi Tung Tau Sungailiat)
Kereta api di pasar Kota Sungaiiat Bangka
(Foto dipajang di Warung Kopi Tung Tau Sungailiat)
Copyright © Catatan Cika 2021