Kertas Kopelan

Weekend seperti biasa ke Pasar Kaget Jl. Irian. Kenapa saya pilih berbelanja di sini?

  1. Dekat dari rumah
  2. Harganya lebih murah dibanding Pasar Kaget di lingkungan kantor saya dan penjualnyapun dari berbagai desa, suku
  3. Nga becek, nga bau…
  4. Banyak saudara saya yang jualan di sini, banyak bonusnya untuk saya🤣

Sepertinya dari sekian alasan, yang membuat saya belanja di sini ya no 3… selain bonus, ada aja cerita, ada saudara sakit, anaknya minggu depan pulang dll rame, gurih… yang belanja ya belanja yang ngobrol ya tetep.

Trus saya lihat, ada orang kasih kopelan2 kertas… pedagang langsung keluarkan duit ribuan, sambil bilang ini angsuran untuk 2 hari.

Apalah ini, mau tanya, tapi saya nga kenal dengan pedagang tersebut.

Diweekend berikutnya

Masih penasaran.

Tar saya tanya ke yang saya kenal..

I : itu pinjaman bu…, deretan ini para pedagangnya pinjem semua bu, keperluannya macem2 bu, ada untuk modal dagang, anak sekolah dll.

Misal pinjam 1 jt, dapat 900 rb,

Tar bayar harian 30 rb selama 40 hari.

Jadi total pengembalian 1,2 jt karena ada tambahan adm dll.

Jadi mikir, bila dana umat bisa digunakan untuk pinjaman ini tanpa bunga

  • Bisakah?
  • Siapa yang tukang pungut harian?
  • Tukang mungut tanpa jasa?, siapa mau?, aniayakah?
  • Apakah bukan judul pinjaman tapi hibah?, buat manjakah?, apakah umat setuju dananya untuk perorangan bukan untuk mesjid?
  • Bila gratis apakah ada kecemburuan karena dana terbatas?

Banyak kisah dibalik kopelan ini

Banyak takutnya untuk membaikkan urusan ini.

Maka mestilah berhimpun dengan para ahlinya, tetap sehat, ikhlas dan syukur dalam berpikir dan bertindak.

Foto hanya pemanis : bungkus lepet
Copyright © Catatan Cika 2021