Versi : Mertua vs menantu bidang duit kuliah
T : mertua aku itu ya, tiap bulan telp suamiku, ingetin, jangan lupa kirim uang untuk biaya kuliah adiknya
S : bagus dong, kamu sudah berinvestasi dalam keluarga
T : investasi bagaimana, laaa anak aku, dua khan mesti persiapan nabung juga
Ting iklan lewat, makanya asuransi pendidikan dong
S : hedeeeh tar deh iklan lewatnya, baru mulai curhatan ini🥴
T : selain itu, mana wajibkan ya sebagai anak untuk kirim bulanan juga untuk mertua
S : bagus dong, berarti kamu mendukung suami utk menjemput surganya
T : kamu kasih saran nga ada setan-setannya deh, versi malaikat aja, tumben waras
S : 🤭, maklum habis puasa, kayaknya diriku dapat hikmah ramadhan deh😘
T : Aamiin, tar ajak-ajak aku ke surga ya
S : yoi…😍 (Laa curhatan ini salah satunya)
T : kok aku belum rela ya suami bayar kuliah adiknya tiap bulan (sambil wajah memelas)
Suasana hening
S : kamu pas ketemu suami, masih pede kate gitu, suami dah sarjana?
T : sudah sarjana
S : mungkin ini ya mungkiiiin
Sebelum kamu hadir di keluarga suamimu, mereka telah sepakat :
Nak, abangmu yang kuliah ya, kalian sebagai adik nanti aja, bila abang tuamu sudah kerja maka baru no 2 kuliah ya, nanti no 2 kerja bantu kuliah no 3. Janji nak ya, karena apalah jaman kini, syarat minimal kerja kantoran itu mesti sarjana dan sebagai orangtua kami hanya bisa sanggup satu-satu. (Ini orangtua dan anak nga nuntut kejar beasiswa kayaknya ya😐)
T : Laa masuk kerjanya karena keluarga aku loh, mana ada selempengan masuk kerja swasta kalo nga ada kenalan, berarti aku khan punya andil inves, hingga lancar jenjang karir hingga sekarang
S : bagus itu, ditambah doa saja untuk dilimpahkan rezki untuk keluargamu dari segala penjuru dan rezki yang berkah hingga dirimu akan banyak kata syukur
T : laaa kasih saran yang logis dikitlah, kalo doa sabar syukur ya mestilah itu
S : gini deh, kamu pernah nga berpikir, sehebat apapun koneksimu dalam perusahaan tapi suamimu hanya ijazah SMA?, jangankan jenjang karir, diterimapun tidak, karena syarat utama sarjana?
T : (merenung, matanya jauh memandang langit yang tak bertiang)
S : bener nga, lebih baik kamu dan suami support adik iparmu untuk biaya kuliah, paling lama 5 tahun, setelah itu kamu bebas, daripada nga, kamu akan menanggung kehidupan adik iparmu itu hingga dia menua loh, hayoo
T : iya sih (mulai lemes)
S : tinggal bilang ke suami, kasih semangat adik iparmu agar cepet kuliah, fokus.
T : auk ah
S : atau gini, kamu cari suami yang tunggal, Nga punya saudara, khan nga repot-repot urus adek ipar
T : maksud kamu?, aku ganti suami gitu?
S : yaaaa terserah🤪
T : kamu yaaa🤨
S : laaa ini versi curhat setan yang kamu tunggu-tunggu khan?
T : gila looo😝
———-
S : saya
T1 : teman
