Mengkonsumsi makanan dan minuman sehat

(Membaca artikel dan membandingkannya dengan kenyataan)

Mengkonsumsi makanan dan minuman sehat bukan hanya pas gendut mau langsing, pas sakit kepengen sehat, pas lagi ada duit hingga bisa timbang-timbang kandungan gizi karbo, vitamin dll, bukan lagi rajin, pas lagi inget, pas lagi sempet, pas lagi waras…

Ternyata hal itu tumbuh dari kecil, dimana anak dibiasakan mengkonsumsi makanan dan minuman sehat, ya disaat sarapan, bekal, makan siang dan malam.

Ada peran ibu yang rutin menyiapkan makanan ala kadar atau ala resto dengan bahan yang alami meskipun hanya tumis rebus dan panggang saaay…

Dan akhirnya membuat anak terbiasa sarapan, terbiasa makan dengan teratur, terbiasa makanan rumahan.

Bila diajak ke swalayan mereka lebih memilih buah, makanan segar, dan ada anak yang nga noleh kalo soal ciki-cikian lebih milih kuaci atau kacang.

Sehingga ada bacaan di dunia maya yang membandingkan anak diasuh pola makanan sehat dengan anak diasuh pola makanan instan.

Ya yang hasilnya instan sering sakitnya dibanding sehat… kalo batuk pilek dah melekat sepertinya.

Dan akhirnya hingga besar, jadi orang tua… sistem terganggu yang dianggap bukan gangguan.

Kok sistem terganggu?

Anak sakit, nga masuk sekolah, izin sakit, ketinggalan pelajaran, mesti tambahan les, anak capek, sakit lagi.

Orangtua izin nga kerja karena anak sakit.

Sehat itu dimulai dari konsumsi yang baik sehingga usus menerima yang baik dan dengan bismillah diawal mengkonsumsi makanan minuman, Insyaallah melahirkan kebaikan, otak yang berpikir baik, sikap dan sifat baik.

Ini menurut saya sih.

Setiap keluarga mempunyai gaya dalam pengasuhan anak dan keluarga.

Moga kita semua menjadi keluarga sakinah mawaddah warohmah 

Aamiin.

Copyright © Catatan Cika 2021