Cerpen
Tumben-tumbennya, pak Roy bawa rantang ke kantor, selama ini bertahun-tahun bekerja tidak membawa rantang. Telah sepekan pak Roy membawa bekal makan siang di kantor.
Beberapa teman dan termasuk saya merasa heran, tapi pak Roy seakan tau keheranan kami, tanpa ditanya memberikan penjelasan, “dari istri tersayang, takut usia tua ini maag.”
Dan kamipun senang mendengarnya, Alhamdulillah pak Roy semakin mesra dengan istri, yang sebelumnya seringlah berantem karena beda prinsip.
Beda prinsip?, begitu kira-kira teman di kantor penasaran.
Apalah prinsip yang dipertentangkan disaat pernikahan sudah masuk usia 25 tahun?
Setiap suapan makan siang pak Roy begitu menikmati, wiiih sedap betul.
Dan bila ada ajakan teman-teman kantor untuk makan siang bareng diluaran, dengan manis pak Roy berkata, “maaf bro, saya bawa bekal”.
Dan akupun penasaran,
“ pak, bapak hebat bangets menghargai masakan ibu ya”.
“Iya pak Tio, istri saya bangun subuh langsung menyiapkan makanan sarapan kami dan bekal untuk saya di kantor, apalagi sekarang mesti menjaga pola makan, berminyak, kolesterol rendah”.
“Tapi pak, sahabatmu itu, nelangsa semenjak bapak bawa bekal, nga ada teman makan siang diluaran”, ucap saya.
Iya pak Tio, sudah saya tawarin juga pak, biar bekal saya bagi dua, atau coba bawa bekal dari rumah, tapi ya beliau nga mau.”
Sebenarnya rantang ini pencipta perdamaian di rumah tangga saya pak Tio”
“Maksudnya pak Roy?”, tanyaku sedikit kepo
“Uang saya lambat habisnya🤣”,ujar pak Roy
“Ya.. tau sendiri pak, setiap hari keluar makan dengan teman, kebanyakan yang lain nga pegang uang, saya nga enak mesti makan sendiri, nga asyik juga berlama-lama di warung menunggu siapa yang berinisiatif membayar”.
“La kok bisa?”, tanyaku
“Iya pak Tio, bapak khan tau, semua gaji, tunjangan dll sekarang semua via rekening.”
“O I see I see”
“Owala rekening telah terjajah ya… 🤣.”
Ternyata prinsip yang buat cekcok rumah tangga pak Roy itu, punya suami yang nga tegaan makan bersama tapi BMM (bayar masing-masing).
Pangkalpinang, 09 Januari 2023