Edisi : Hanya sepintas sudut pandang
Bila malam telah tiba dan bulan telah meninggi, bintangpun mulai menghilang kerlipnya, ada sosok manusia yang masih memandang langit hitam ini. Jauh pikiran akan keberadaan diri diciptakan di bumi, diselaraskan dengan kehidupan nyata di muka bumi ini. Pejuang keluarga di mata keluarga. Banyak manusia yang dapat bekerja selaras dengan keilmuan, dengan hasrat dan keinginan, tapi banyak pula bertolak belakang dengan disiplin ilmu dan berwarna-warni kehidupannya.
Bila dipikir-pikir kenapa mesti sibuk merenung di malam gelap gulita ini?. Toh besok akan terbit matahari yang akan memberi semangat untuk jiwa-jiwa yang terus berjuang bergerak dalam penghidupan.
Dan bila jiwa itu lelah, entah kemana akan mengadu. Langit malam pun masih sama, hitam.
Hanya segumpal darah di jiwa yang menentramkan. Ada Tuhan. Sebagai tumpahan curhatan bila lelah bertubi terasa.
Ya.. Renungan tulang punggung keluarga yang masih menguli.