Seram amat ya
Ini sama aja sekolah di zaman covid-19, di rumah aje, sendirian sama HP.
Bukan gitu maksudnya Jeng, sini kita ngobrol sambil rebahanš.
Pernah nga kalau waktu perlombaan antar sekolah hadir menyaksikan anak-anak lomba, lomba cerdas cermat, lomba matematika, lomba IPA, kimia, olahraga?
Pernah tidak menyaksikan, suatu sekolah pesertanya itu-itu saja, si A ikut lomba matematika, pas lomba IPA si A lagi, eee lomba bahasa Inggris si A lagi?
Apa nga ada siswa lain ya?š.
Bu kenapa si A terus?
Karena dia rengking 1 di sekolah di semua bidang MIPA dan sejenisnya bu, kami mau dapat juara, biar sekolah kami tenar namanya sehingga banyak murid yang daftar di sekolah kami.
Ya bener juga ya, khan juara juga sebagai media untuk promo, apalagi mereka swasta ya mestilah.Ā
Yang negeri juga gitu, sekolah favorit karena banyak prestasiĀ Ā menjadi incaran orangtua murid (haaa lagi-lagi ortu nih, murid sih mana tau anak calon kelas 1 SD tentang sekolah favorit atau tidak), sekarang aja karena zonasi nga bisa bebas milih.
Cuma berpikir
Kasihan amat ya yang rengking 2 dan seterusnya, tidak adakah kesempatan untuk tampil?, untuk merasakan rasa deg-degan mengikuti lomba, ada sensasi sendiri disaat harus benar, cepat diburu waktu?
Dan bila pengumuman cemas melanda?, ada rasa kecewa waktu tidak juara, tetapi spontan panitia berkata āsudah sampai disini capaian adinda, adinda murid hebat, asah dan berlatih terus agar kita jumpa lagi yaā.
Dan tetap mendapatkan pelukan hangat dari orangtua dan guru?.
Bila juara bahagianya luar biasa, piagam yang dicetak miringpun dibingkai dan dipajang di dinding kamar, yang sepekan sebelum tidur dipandang terus?.
Ada kalanya menomorduakan prestasi.
Sekolah mesti memacu murid sebanyak-banyaknya agar tetap bisa menomorsatukan prestasi.
Nak⦠bila waktu perlombaan, orang tidaklah tau siapa juara 1 siapa juara 2 di sekolah, bila masuk perlombaan kalian adalah utusan sekolah.
Anak-anak pilihan, anak-anak hebat.
Waktu masuk perlombaan kalian mempunyai skor yang sama, dimulai dari angka NOLā¦
Jadi semangat, buktikan ananda adinda yang terbaik, sehingga mendapatkan bilangan tertinggi.
Guru mesti pinter berkias katalah.
Iih gemes deh bila sekolah hanya punya satu murid.